matahari mulai redup
tenggelam letih
hanya mampu tunjukkan berkas cahaya jingga kesunyian

goresan tawa dan jejak kaki yang kita tinggalkan
tersapu gulungan air pasang
lihatlah
awan semakin hitam
tapi mengapa kau eratkan rangkulanmu
bukan mengajak aku berteduh di gubuk kita

sampai kapan kita duduk di sini, sobat?
memandang deru ombak, mengalir dan hilang
menginjak pasir yang tak lagi seputih siang tadi

kurasakan senyum di wajahmu
bukan jemu
bukan juga palsu
diantara sejuta bisu, kau buatku terpaksa membatu

semilir angin kurasa semakin mesra
nyanyikan lagu-lagu tanpa lara
membawa bisikanmu ke telinga
“rasakan, rasakan indahnya matahari dan seluruh dunia ini, saat ini, di pantai ini”

Leave a Reply