my experience
June 13, 2008
MERBABU, APRIL 2008
letih dan dingin tubuh ini
menjejakkan langkah gontai
menuju tujuh puncak yang begitu panjang
hanya peluh jadi saksi
pendongeng ulung yang kan menceritakan kisah tiada akhir
oh merbabu dimana puncak tertinggimu?
angan seakan jadi raja penyemangat
bersama jabatan tangan si pencinta
tenda-tenda tua pelindung malam
dan secuil api penghangat
aku meniup bara
menapak pada Merbabu
oh merbabu dimana puncak tertinggimu?
ketika malam menjelang
kabut senja pun turun perlahan
hati ini mulai gundah
menanti fajar yang ‘kan menuntun hingga singgasana yang ditunggu
padang rumput,
bunga merah,
bukit hijau,
seperti pujangga yang menemukan kekasihnya
banyak syair kan terucap
mengatakan kata cinta yang tiada habisnya
"merbabu, biarkan aku memuji keindahanmu"
MERAPI, APRIL 2008
terik mentari,
membakar
batu-batu tajam,
menusuk
takut…
rasa takut ini
kunikmati hingga mati
dan salah!!! bila aku kan berhenti di sini…
aku manusia egois yang kan meluluhkanmu
membelaimu sehangat angin menyentuh dedaunan
walau, terlunta dan sakit,,,
oh merapi!!!
tak akan aku lupakan ciuman yang kau berikan
dengan hembusan nafas belerang
aku masih ingin membelaimu
memelukmu bersama kabut dingin
Merapi, ijinkan aku menatap bangga
aku bangga membuatmu tunduk di kakiku
June 13th, 2008 at 3:41 am
hihihi…
bagus-bagus, puisinya keren… wida ntar abang quote di blog abang ya? hehehe…
June 14th, 2008 at 7:55 pm
wew,,,
memang kalo buat puisi keren si wida ne ngga ada matinya!
kapan2 aku ikutlah wid ke gunung biar aku bisa buat puisi yg bgs,,,
halaaah,,,ntah hapa2,,,
semangat yooooooo!
ajiiiiiiiiiiiiiiiiiiiibbb,,,
June 25th, 2008 at 3:07 am
nice poem. apa tiap pendakian/perjalanan selalu menginspirasi untuk menulis puisi?
June 25th, 2008 at 10:15 pm
hhmmmm….
kyk nya aq perlu coba neh..gmn rasa nya mendaki gunung…
biar bisa buat puisi juga…